Pengertian Verb “to be” serta Cara Penggunaannya

  • Apa itu verb “to be”?
  • Bagaimana contoh penggunaan verb “to be”?
  • Apa saja jenis-jenis verb “to be”?

Pada dasarnya sebuah kalimat dalam bahasa Inggris memerlukan verb agar dapat dikatakan sebagai sebuah kalimat. Akan tetapi, tidak semua verb dapat melengkapi jenis-jenis kalimat tertentu sehingga kita harus menggunakan verb pengganti atau pelengkap agar kalimat tersebut menjadi sempurna.

Verb “to be” merupakan salah satu pengganti atau pelengkap dari verb yang banyak digunakan pada kalimat bahasa Inggris. Bahkan verb “to be” juga memiliki perubahan bentuk sesuai dengan tenses kalimat tersebut (present, past, atau future) ataupun dari aspek perubahan kata kerjanya (simple, perfect, atau continuous).

Dua fungsi pokok dari verb “to be” yaitu digunakan sebagai verb penghubung (linking verb) dan verb pendukung/pelengkap (auxiliary verb). Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penjelasan singkatnya di bawah ini.


1. Fungsi Verb “to be”

Verb “to be” dapat dibedakan menjadi dua yaitu sebagai linking verb dan sebagai auxiliary verb.

  • Verb “to be” sebagai Linking Verb

Linking verb adalah kata kerja (verb) yang digunakan untuk menghubungkan subject kalimat dengan penjelasan atau informasinya (complement). Penjelasan atau informasi yang diberikan tersebut dapat berupa adjective (kata sifat),  noun (kata benda), atau adverb (kata keterangan).

Contoh kalimat yang menggunakan verb “to be” sebagai Linking verb seperti:

    • You are my friend (kamu adalah teman saya)
    • These kittens are so cute (kucing-kucing ini sangat cantik)
    • She is with me (dia bersamaku)
    • It was yesterday (itu adalah kemarin)
  • Verb “to be” sebagai Auxiliary Verb

 Verb “to be” juga digunakan sebagai auxiliary verb yaitu kata kerja (verb) yang mendukung atau memodifikasi kata kerja utama (main verb)Auxiliary ini terbagi menjadi dua macam yaitu primary auxiliary (be, do, dan have) dan modal auxiliary (can, could, may, might, will, would, shall, should, must, dan ought to).

Auxiliary verb “to be” dapat digunakan bersamaan dengan present participle untuk membentuk continuous/progressive form. Dapat juga digunakan bersamaan dengan past participle untuk membentuk kalimat passive. Selain itu, dalam beberapa tenses, verb “to be” dapat dikombinasikan dengan auxiliary lainnya (primary ataupun modal).

Contoh kalimat yang menggunakan verb “to be” sebagai auxiliary verb seperti:

    • Joni is playing badminton right now (Joni sedang bermain bulutangkis sekarang)
    • My bike was repaired yesterday (Sepeda saya sudah diperbaiki kemarin)
    • have been waiting for your arrival (saya sudah menunggu kedatanganmu)
    • You weren’t cleaning the room when I came (kamu tidak sedang membersihkan kamarmu ketika saya datang)

2. Verb “to be” untuk Membuat Pertanyaan

Seperti auxiliary verb pada umumnya, “to be” dapat juga digunakan untuk membuat pertanyaan sederhana yang jawabannya adalah “ya atau tidak”. Pertanyaan semacam itu sering juga disebut sebagai “yes or no” question. Contoh lainnya yaitu penggunaan “to be” pada question tag.

  • Contoh Verb “to be”  pada Yes/No Question
    • Are you a pilot? (apakah kamu seorang pilot)
    • Is she with you? (apakah dia bersamamu)
    • Were you playing football yesterday? (apakah kamu bermain bola kemarin)
    • Wasn’t she smiling at me in the party? (bukankah dia tersenyum kepadaku di pesta itu?)
  • Contoh Verb “to be” pada question tag
    • You are a pilot, aren’t you? (kau adalah seorang pilot, bukan?)
    • She is with you, Isn’t she? (dia bersamamu, bukan?)
    • You weren’t playing football yesterday, were you? (Kamu tidak sedang bermain bola kemaren, kan?)
    • She was smiling at me, wasn’t she? (dia tersenyum kepadaku, bukan?)

3. Perubahan Bentuk dari “to be”

Sama seperti verb pada umumnya, verb “to be” juga mempunyai perubahan-perubahan yang mengikuti bentuk kalimat dan tensesnya. Adapun perubahan bentuk dari verb “to be” yaitu:

  • Bentuk Present / bare “to be”
    • be, is, am, are
      • I want to be a teacher (saya mau menjadi seorang guru)
      • You are my best friend (kau adalah teman terbaikku)
      • She is your sister, right? (dia adalah saudari mu, kan?)
      • am  a doctor (saya adalah seorang dokter)
  • Bentuk Past “to be”
    • was, were
      • He was a famous football player (dia dulu adalah pemain sepak bola yang terkenal)
      • You were a good man (kau dulu adalah orang yang baik)
  • Bentuk continuous / progressive “to be”
    • being
      • He has been being a doctor since two years ago (dia telah manjadi dokter sejak dua tahun lalu)
  • Bentuk past participle “to be”
    • been
      • The door had been closed by herat 1.00 PM (Pintunya sudah ditutup olehnya pada pukul 1.00)

Selain itu, untuk memudahkan pemahaman tentang perubahan bentuk verb “to be”, dapat pula dituliskan dalam bentuk verb 1, verb 2, verb 3 dan verb-ing.

  • Verb 1 “to be”          : be, is, am, are
  • Verb 2 “to be”         : was, were
  • Verb 3 “to be”         : been
  • Verb “to be”+ing   : being

Artikel terkait:
Apa itu Auxiliary Verb
Apa itu Modal Verb
Apa itu Linking Verb