Linking Verb Contoh dan Penjelasannya

Linking verb adalah kata kerja (verb) yang digunakan untuk menghubungkan subject kalimat dengan kata-kata penjelasnya (complement). Kata penjelas yang dimaksud dapat berupa kata benda (noun), kata ganti (pronoun), dan kata sifat (adjective). Namun, kadang-kadang ditemukan juga linking verb yang menghubungkan subject dengan kata keterangan (adverb) ataupun kata depan (preposition). Kata penjelas (complement) yang digunakan dapat juga berbentuk phrase.

Baca juga:
Helping verb:
Action verbs
Stative verbs

Linking verb dapat juga dikatakan sebagai kata kerja (verb) yang menjelaskan keadaan subject. Berdasarkan keadaan tersebut, linking verb dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu verb of sensation dan verb of being. Beberapa contohnya seperti dibawah ini:

  • Verb of sensation
    • feel
    • look
    • sound
    • smell
    • taste
  • Verb of being
    • appear
    • act
    • be (is, am, are, was, were, be, being, been)
    • become
    • continue

Linking verb tidak sama dengan main verb yang perbedaan utamanya adalah linking verb tidak menunjukkan suatu aksi dan hanya sebagai kata penghubung. Oleh karena itu, kata kerjanya selalu berbentuk intransitive karena tidak ada aksi dan tidak ada direct object.

Contoh kalimat yang Menggunakan Linking Verb

  1. That man is a football player (Laki-laki itu adalah seorang pemain sepak bola)
  2. We are the champion  (kita adalah juaranya)
  3. I’ll be fine (aku akan baik-baik saja)
  4. I become more healthy after the exercise (saya menjadi lebih sehat setelah latihan itu)
  5. Your cook tastes better than yesterday (masakanmu terasa lebih baik daripada kemarin)
  6. The room looks good (ruangan itu terlihat bagus)
  7. It sounds good (itu terdengar bagus)
  8. The plant continues growing (Tanaman itu terus tumbuh)

Linking verb dan Action verb

Action verb merupakan kata kerja yang menunjukkan suatu aksi. Verb dapat menjadi linking verb ataupun menjadi action verb sesuai dengan bentuk kalimatnya. Walaupun tetap juga ada verb yang hanya dapat menjadi linking verb saja atau action verb saja.

Lalu bagaimana cara membedakan linking verb dengan action verb?

Cara sederhana untuk membedakan linking verb dengan action verb adalah dengan mengganti verb yang digunakan dengan verb “to be” (is, am, are, was, were). Jika kalimat tersebut masih dapat dipahami setelah verb diganti dengan be, maka verb tersebut merupakan linking verb. Namun, apabila kalimatnya menjadi susah dimengerti, berubah makna, atau kalimat menjadi tidak logis, maka verb yang digunakan merupakan action verb.

  • Kalimat > verb diganti dengan to be > kalimat masih dimengerti / logis > linking verb
  • Kalimat > verb diganti dengan to be > kalimat sulit dimengerti / tidak logis > action verb

Contohnya seperti berikut:

  • (taste) The pizza tastes so delicious (pizzanya terasa sangat lezat)
  • (is) The pizza is so delicious (pizzanya sangat lezat)
    • taste diganti dengan is dan kalimat masih dapat dimengerti, maka taste merupakan linking verb
  • (taste) He tasted the spicy pizza (dia mencicipi pizza yang pedas)
  • (is) He is the spicy pizza (dia adalah pizza yang pedas)
    • taste diganti dengan is sehingga kalimat berubah maknanya atau menjadi tidak logis, maka taste dalam kalimat tersebut merupakan action verb

Verb “to be” sebagai Linking Verb dan Auxiliary Verb

be (is, am, are, was, were) dapat digunakan sebagai linking verb (kata kerja penghubung) dan juga sebagai auxiliary verb (kata kerja bantu). Bedanya adalah, be pada linking verb diikuti oleh kata benda (noun atau noun phrase) atau kata sifat (adjective atau adjective phrase). Sedangkan pada auxiliary verb, be akan diikuti oleh present participle.

Perbedaan be dalam linking verb dan auxiliary verb.

  • Linking verb
    • Your car is so cool (mobilmu sangat keren)
      • be diikuti oleh kata sifat (adjective)
    • I will be the driver (saya akan menjadi supirnya)
      • be diikuti oleh kata benda (noun)
  • Auxiliary verb
    • Your car is shining brightly (mobilmu bersinar dengan terang)
      • be diikuti oleh present participle
    • I will be driving your car tomorrow, right? (saya akan menyetir mobilmu besok, kan?)
      • be diikuti oleh present participle

Baca juga:
Learn more about Verb
Noun + s/es
Cara cepat mahir listening

Leave a Comment