Perbedaan Penggunaan Will dan Shall dalam Bahasa Inggris

Kita cukup sering menemukan kalimat yang menggunakan will dan shall. Sering juga kalimat tersebut sama dan hanya berbeda pada penggunaan kata will dan shall. 

Contohnya seperti:

    1. I will finish it
    2. I shall finish it

Kedua kalimat tersebut memiliki arti yang sama, yaitu “aku akan menyelesaikannya”. Kesamaan tersebut sering menimbulkan pertanyaan-pertanyaan seperti:

    1. Apa bedanya will dan shall?
    2. Kapan kita menggunakan will atau shall?
    3. Bagaimana contoh kalimat will dan shall?

Oleh karena itu, mari kita pelajari bagaimana perbedaan penggunaan serta contoh kalimat dari will dan shall dalam bahasa Inggris.


Perbedaan shall dan will

Will dan Shall sama-sama berarti “akan”. Kedua kata tersebut digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan (future), sehingga kalimat yang dibuat disebut dengan future tenses.

Shall digunakan dalam British English jika subject dari kalimatnya adalah “I” atau “we”. Contoh kalimatnya seperti berikut:

    • I shall make a cake (aku akan membuat sebuah kue)
    • We shall eat all the buns (Kita akan makan semua rotinya)

Sedangkan dalam American English dan juga International English, semua subject pada future tenses lebih sering menggunakan kata “will”. Contohnya seperti:

    • I will make a cake (aku akan membuat sebuah kue)
    • We will eat all the buns (Kita akan makan semua rotinya)

Shall not dan will not

Pada bentuk negative, kita dapat menambahkan “not” setelah kata shall atau will.

    • I will not make a cake
    • I shall not make a cake

Selain itu, dapat juga di kontraksi atau disingkat menjadi won’t (will not) dan shan’t (shall not). Contohnya seperti berikut:

    • I won’t make a cake
    • I shan’t make a cake

Shall dan Should

Shall dan should adalah modal auxiliary yang berarti “harus” atau “seharusnya” dan bisa digunakan untuk berbagai tujuan seperti memberi tawaran dan meminta saran. Namun, shall sangat jarang digunakan karena orang-orang lebih suka menggunakan kata should.

Akan tetapi, dalam keadaan-keadaan tertentu, kita mungkin masih dapat menggunakan shall untuk mengganti should, contohnya seperti:

    • Shall I take it for you? (Haruskah aku mengambilkannya untukmu?)
    • Shall we play now? (Haruskah kita bermain sekarang?)

Pada situasi-situasi tertentu, kita dapat menjumpai kata “shall” yang digunakan dengan subject selain “I” atau “we”. Biasanya, shall yang digunakan setelah subject selain “I” atau “we” digunakan untuk memberikan ancaman, perintah, atau untuk membuat janji. Contoh kalimatnya seperti:

    • Ancaman: You shall pay the rent now (kamu harus bayar sewanya sekarang)
    • Perintah: You shall go tomorrow (kamu harus pergi besok)
    • Janji: You shall get the money tonight (kamu akan dapat uangnya malam ini)

 

Baca juga:

Leave a Comment